Surrender.
“Kenapa gak langsung lo bunuh aja dia?” ujar tanya Kai dari belakang Beomgyu yang udah satu jam gak henti-henti memandangi Jay yang masih koma.
“Lo udah kehilangan banyak demi dapetin satu orang ini,” kata Kai sekali lagi.
“Lo pikir kematian bisa melegakan perasaan gue?” balas Beomgyu dengan pertanyaan balik.
“Lo pikir, mati dan biarin dia lenyap dari Dunia ini bisa bikin gue puas?” imbuh Beomgyu dengan nada rendah dan tatapan berubah kelam.
“Jadi?” tanya Kai.
“Lo mau siksa dia di Dunia dulu, gitu?”
Beomgyu diam.
“Meskipun lo akan kehilangan banyak setelah ini?” tanya Kai.
Beomgyu tetap diam.
“Heeseung gak akan tinggal diam, gue yakin itu,” kata Kai.
“Memang itu tujuannya kita mancing mereka, kalah menang gue gak akan rugi, kehilangan pasukan bisa gue cari lagi orang baru, masih banyak bajingan kosong di jalanan, gue punya banyak uang, lebih dari cukup untuk memelihara lebih banyak mesin pembunuh,” kata Beomgyu dengan amat sangat angkuh.
“Tapi kenapa lo biarin orang ini dapet perawatan? lo mau dia sembuh? jadi sebenarnya lo benci dia apa nggak sih?” tanya Kai berturut-turut.
Bletak!!
“Adah…!!”
“Bodoh!” ujar Beomgyu setelah menempeleng kepala Kai.
“Gue mau dia sembuh, gue mau dia tetap sadar untuk bisa merasakan setiap siksaan yang gue berikan.” Kata Beomgyu.
“Gue mau denger dia teriak, sama seperti saat dia dengerin Yeonjun yang berjuang untuk hidup, gue mau dia memohon untuk diampuni, gue mau denger dia memohon sepanjang hidupnya, gue gak akan biarin dia mati sebelum gue puas.” Kata Beomgyu penuh ambisi.
Mendekat untuk bisa liat wajah pucat Jay lebih dekat.
“Heeseung harusnya gak biarin dia pertahanin kehamilan ini, tapi gue yakin Jay sendiri yang mau tetap melahirkan anak ini,” katanya, sambil mengusap perut besar Jay, “menarik, seorang ketua gangster jatuh cinta sama anak buahnya sendiri, ya?” ujarnya dengan nada riang, tengil.
Senyumnya terbit di sisi wajah Jay yang tertidur damai, Beomgyu mendekat dan berbisik dengan suara beratnya.
“Kai.”
“I-iya?”
“Gimana menurut lo kalo di rumah ini ada pesta pernikahan?”
[ to be continued ]
demonycal property.