semua bentuknya dirayakan.
“hallouuu!”
pintu ruang loker terbuka, muncul dabeom disana dengan sapa manisnya, menenteng paperbag besar yang diterima seungbin.
“cari cowokmu ya?” tanya jinha.
“galau berat dia dek,” kata donghyun.
“dimana dia?” tanya dabeom.
“di lapangan, ga ada yang berani negur, takut disikut,” kata seungbin.
“oke terimakasih abang-abang!” dabeom langsung melesat lari keluar dan pergi ke lapangan basket indoor di sebelah ruangan tadi buat nemu cowoknya lagi ngeliatin ring basket dengan tatapan super sedih dan rapuh.
kasian gatot kaca lagi galau karena tim basketnya kalah.
“kyungjyuuuuuuuu!” dadah-dadah dabeom sambil senyum khas yang buat empunya nama menoleh, menyambut langkah gemas dabeom yang mirip bocah.
“nunduk,” kata dabeom.
“ngapain, ndut?” tanya kyungjun, lemes banget, duh.
“nunduk!” kata ndut masih kukuh.
kyungjun nurut dan lantas rasakan tepukan pelan-pelan di pucuk kepalanya, terus kedua tangan dabeom menangkup wajahnya, dan menarik sudut bibirnya dengan ibu jari, membuatnya tersenyum sambil menatap dabeom yang cengengesan.
“jangan menyerah sama apa yang kamu sukai, kak.”
“tapi udah kalah dua kali….”
“baru dua kali!”
“ndut mau kakak kalah lagi?”
dabeom terkekeh, “kamu mau kalah lagi?” tanyanya.
“enggak,” kata kyungjun, “kakak gamau kalah lagi,” imbuhnya, kembalikan tinggi badannya jadi tegap.
*kekalahan tim itu bukan salah satu atau dua orang di dalamnya, tapi karna emang belum hoki aja, tau,” kata dabeom sambil benahi kerah seragam sekolah kyungjun.
“jangan nyerah ya, pacar hebatku!” katanya.
dabeom ulurkan tangannya menata rambut berantakan kyungjun sampai rapi, disaat yang sama biarin cowoknya itu menatapnya lekat-lekat sampai dengan alami daratkan kedua tangannya membingkai pinggang dabeom.
“lakuin aja karena kamu suka, kamu bermain basket karena itu bikin kamu ngerasa lebih bahagia, jangan pikirin yang lain selain kamu pengen ngerasa senang saat melakukannya,” kata dabeom, seraya membalas pandang kyungjun yang lantas tersenyum tipis membalas apa yang ia dengar.
dabeom tersenyum untuk kyungjun, lagi, “kamu tetap kapten ko kyungjun yang hebat kemarin, hari ini dan seterusnya, gak peduli apapun keadaannya, kamu tetap — ”
satu kaki dabeom bergerak mundur sebab kyungjun maju buat peluknya erat, biarkan kedua lengan besar kyungjun melingkari erat pinggangnya.
dihayati lamat-lamat oleh kyungjun setiap kali telapak tangan dabeom menyentuh punggungnya penuh sayang.
“kamu tetap aku cinta seribu juta persen apapun keadaannya.”
kekehan kyungjun lepas, bersama pucuk hidungnya mendarat di bahu dabeom dan berbisik, “terimakasih, mengndut kesayangan kakak,” katanya.
“jangan sedih-sedih yaaa, kakak ganteng kesayangan ndut,” ujar dabeom dengan nada terharu.
pelukan terlepas dan si ndut melesatkan sebuah ciuman kupu-kupu malu di sudut bibir kyungjun yang langsung shock berat dan melepaskan gelak tawa gemas.
kayanya bener kata jinha kalo dabeom sebenarnya terbuat dari 200000% gulali.
“kakak udah makan belum?”
kyungjun menggeleng.
“mau makan ndut nggak?”
“HEH??!” shock cowoknya.
si ndut malah cengengesan.
mundur pelan-pelan sampai jauh, “ngga mau?” tanyanya.
“MAUUUU!” lalu dikejarnya dia sama kyungjun keliling lapangan yang kemudian dipenuhi seruan akibat kejahilan kecil dabeom.
*BERCANDAAAAA! JANGAN MAKAN NDUT, NDUT TIDAK UNTUK DIMAKAN OIYYYYY KO KYUNGJUUUUUNN!!!*
gedabak-gedubuk suara lari diselingi dengan seruan sang pemangsa dan buruannya yang mulai lelah.
“sini ndut, katanya mau kakak makan!”
“ENGGAK ANJIR BERCANDA AJA!!”
“tapi kakaknya serius!”
“BERCANDA WOIYYY, STOP KEJAR NDUT CAPEK KYUNGJUUUUUUN!!”
ndut dan teriakan kesalnya, sederhana tapi kyungjun bahagia.
kyungjun sembuh, sebab luka hatinya telah berhasil dabeom basuh.
— selesai.
demonycal property.