Meeting.
“Boss.”
Heeseung duduk di satu-satunya kursi yang tersisa, biasanya ada Jay dan Jake, tapi kursi mereka ditempati Ni-ki dan Jungwon kali ini.
Heeseung menghela nafas.
“Pasukan yang lagi di luar masih berusaha menemukan lokasi Jay, tim yang ada di markas juga sama, setidaknya kita tau garis besar motif penyerangan Jay dari Taehyun langsung.” Kata Sunghoon memulai.
“Dimana mayatnya?” tanya Heeseung kemudian.
“Dimutilasi Jungwon, terus dikasih makan anjing peliharaan markas,” jawab Sunghoon, enteng.
Jungwonnya diem doang, nahan emosi karena obrolan soal menyelamatkan Jay gak ada akhirnya.
“Siasat macam apa yang lo maksud?” tanya Heeseung dengan nada loyo dan super gak berminat hidup.
“Anu…” ujar Ni-ki takut-takut, semua mata langsung musat ke dia. Sebab sebenarnya rencana penyelamatan Jay kali ini datang dari dia.
“Kita pancing mereka untuk berperang di waktu dan tempat yang ditentukan, kita bagi tim jadi dua, satu untuk meladeni niat mereka menjatuhkan tim dan satu lainnya untuk diam-diam menyelamatkan Jay,” kata Ni-ki yang tiba-tiba aja langsung semangat dan gak nangisan.
“Gimana lo bisa yakin kalo Mami Boss bisa bertahan sampai saat itu?” ujar Jungwon, sebel banget dari nada bicaranya. Tapi Heeseung menghentikan niat menginterupsinya karena itu, Jungwon punya pikiran yang sama dengannya.
“Mami Boss lagi hamil,” kata Jungwon.
“Gue yakin Mami Boss bisa bertahan,” kata Ni-ki bersitegang sama Jungwon.
“Ya gimana? kenapa lo bisa yakin? keadaannya aja Mami Boss lagi koma — ”
“Karena itu! Mami aja lagi koma, meskipun saat ini diculik, pasti Mami tetap dibiarin hidup! Gue yakin karena Beomgyu pasti punya rencana lebih dari itu, tahun-tahun berlalu sampai saat ini, gak akan cukup buat dia hanya dengan membunuh Mami Boss!!” ujar ngegas Ni-ki yang membuat semua orang setuju dalam hati.
Beomgyu salah satu ketua tim yang memusuhi tim mereka, orangnya memang terkenal tengil dan sok jago.
“Dengan keadaan seperti itu, Mami pasti ada di tempat yang tersembunyi, satu tim rahasia yang menyelamatkan Mami harus bisa bawa Mami keluar dalam keadaan yang baik, karena itu — ”
“Gue yang akan pergi.” Kata Heeseung.
“Jangan!” kata Ni-ki.
“Kenapa?!” bentak Heeseung.
Ajaibnya, Ni-ki cuma tersentak lalu tetap ngejawab lugas.
“Beomgyu udah kenal tim ini cukup lama, dia pasti curiga kalo Big Boss gak ada dalam perang nantinya, karena itu, tim yang menyelamatkan Mami harusnya yang belum pernah keluyuran dan diliat orang luar, setidaknya mereka adalah orang-orang yang bisa menyamar dengan cukup baik, kita kelabuhi mereka, sama seperti mereka ngirim Choi Soobin ke dalam rumah Big Boss secara langsung!” kata Ni-ki panjang dan berhasil membungkam mulut seorang Lee Heeseung.
Sunghoon ternganga dalam kagumnya, betapa hebat Jay bisa menjinakkan sekaligus menjadi guru yang baik untuk tiga bokem super merepotkan itu, Sunghoon sendiri mau sujud di kaki Jay kalo nanti udah ketemu, sebab dipikir-pikir Jungwon berhasil menjadi kunci yang mendapatkan Taehyun berikut rahasia tim Beomgyu dan Ni-ki berhasil membuat rencana yang bahkan bisa diterima oleh Heeseung, melihat reaksinya yang mau membantah tapi otaknya mengolah ide Ni-ki dengan baik, dan Sunghoon penasaran sekarang, apa yang bisa dilakukan Kim Sunoo setelah ini. Dia sendiri gak ada disini sekarang.
Toktok!!
“Interupsi.”
“Sunoo?” ujar Sunghoon terheran-heran, Sunoo masuk dengan seragam dokter, rambut hitamnya berubah jadi pirang dan ditata naik rapi nan klimis.
Ni-ki langsung berdiri.
“Mami Boss ada di rumah Beomgyu.”
“Keadaannya sedikit melemah, mungkin karena dibawa paksa dari rumah sakit, tapi keadaannya dipastikan aman, Beomgyu punya ruangan khusus dengan alat-alat penunjang kehidupan, asumsi gue itu udah dia siapin untuk Mami Boss karena rencananya berjalan dengan lancar.”
“Gimana lo bisa masuk kesana?” ujar Sunghoon, mewakili Heeseung yang diem dan menatap datar semua orang.
“Identitas palsu,” kata Sunoo.
“Dan cara lo memastikan keadaan Jay? lo paham soal kedokteran?” ujar tanya Sunghoon, sekali lagi.
“Dia itu Genius, Om,” celetuk Jungwon kemudian.
“Terhitung ada puluhan orang yang menjaga rumah itu, gue gak bisa mastiin karena dalam penyamaran gue gak bisa keliling rumah, tapi gue pastiin semua orang di sana sama terlatihnya dengan bodyguard di rumah Big Boss.” Kata Sunoo dengan laporannya.
Drag!
Kursi Heeseung terdorong ke belakang, “semua dengerin gue,” katanya, “kali ini gue mau lo semua hidup, bertahan dan kembali ke markas setelah menang dengan tangan sendiri-sendiri tapi tetap berpegang sama ketentuan tim, harus paham.” ujarnya gak bisa disanggah.
Sunghoon paham sekarang, dia yakin si Boss bener-bener udah berubah dan semua ini sama halnya dengan bagaimana trio bokem berhasil dijinakkan, oleh Jay seorang.
“Denger dan catat semua rencana dengan baik, gue gak mau ada kegagalan.”
[ to be continued ]
demonycal property.