inti masalahnya. 🔞
Jay udah setengah teler dan kepalanya nempel meja, bikin gelas-gelas yang berbenturan bersuara nyaring, tapi Jay sempurna menutup mata sambil cengengesan.
Malam ini bersama Jake dan Steven, Jay merayakan kesuksesan novel nya. Jay benar-benar bersyukur bisa menikmati hasil sebaik ini setelah melalui malam-malam stress dan kepikiran ingin bundir demi melarikan diri dari tuntutan mulut jahat Jake, editornya sendiri.
“Oiy, Jay!” ditoel pipi Jay sama Jake, tapi Jay malah cengengesan, “Jay, mimpi apa sih anjir?” gumam Jake dengan alis mengkerut.
“Mimpi basah,” celetuk Steven.
Takk!
“Ak! sakit!” keluh Steven setelah Jake pukul kepalanya.
“Lagian liat aja muka dia mesum begitu, cengengesan sendiri, kalo bukan mimpi basah ya apa lagi?” ujar Steven, gak mau salah.
Jake cuma rolling mata malas, “daripada itu, mending pikirin aja novel baru,” katanya.
Melipir ke Jay yang sedang bayangin — atau mengingat kembali ke malam tempo hari, dimana Jay yang masih begadang buat ngejar deadline novelnya gak sengaja denger dan ngintip dikit adik kembarnya — Evan dan Ethan — yang lagi ngadu pedang, mereka bermasturbasi bareng, bikin Jay terkekeh dalam hati, sebagai seorang Kakak, merasa lucu sekaligus terharu karena artinya si kembar udah mulai dewasa dan bisa sange.
“Hahahaha~ adik-adik lucu~” lalu dia bergumam sendiri.
Diperhatiin sama Steven dan Jake.
Tapi kemudian Steven dan Jake lanjut obrolan soal novel baru.
“Gimana kalo dibuat sedikit gelap?” ujar Steven.
“Ceritanya?” tanya Jake.
“Dark romance,” ujar ragu Steven.
“Gimana, Sensei?” ujar Jake pada Jay yang lalu duduk lemes.
“Eum? Dark romance ya, hmm…” terus bergumam sambil garuk pipi, “bagus juga sebenarnya, tantangan baru, tapi biar sekalian jadi sesuatu, main character nya harem aja,” kata dia sambil ulurin tangan ngambil segelas vodka.
“Dark romance nya dimana?” tanya Jake.
“Cinta terlarang, perbedaan usia, heroin x villain,” usul Steven.
“Boleh, tapi main character dipasangin sama si — ”
“Si kembar,” ujar Jay, kepalanya menoleh ke kursi sebelah dimana ponselnya menyala terus Evan dan Ethan menelepon dia bergantian.
“Ohhh! boleh banget tuh, karena kembar ‘kan, jadi itu juga bakal nguji persaudaraan mereka, apakah mereka bakal relain MC untuk salah satu dari mereka atau gimana!” ujar Jake antusias.
Dan obrolan berlanjut tanpa Jay yang kepalanya masuk ke dalam tas, waktu mau angkat telepon tiba-tiba ngantuk berat dan hp nya jatuh ke lantai, Jay nya tewas. Jake dan Steven malah sibuk dengan ide-ide mereka.
“HAAAAHHH?!!!”
Jay berteriak heboh dengan keadaan cuma pake kolor dan singlet, di depan muka Jake yang udah wangi dan rapi. Jay menjenggut rambutnya sampai pada rontok.
“INI BUKAN GENRE YANG BISA GUE TULIS, JAKE, DEMI APAPUN INI TERLALU — ”
“Itu ide lo sendiri, bloon,” ujar Jake datar sambil dorong dahi Jay menjauh dari dirinya soalnya ocehan Jay membuat Jake terkena hujan lokal.
“GUE GAK INGET PERNAH — ”
“Minggu lalu, waktu kita minum bertiga, lo sendiri yang bilang enaknya harem, terus MC direbutin sama sepasang kembar.”
“GUE GAK INGET SAMA SEKALI ANJING, DAN LAGIPULA ITU CUMA ASBUN ORANG MABOK NGAPIAN DISERIUSIN?!”
Jake menatap datar, wajah stoic nya bener-bener bikin Jay pengen benturin kepalanya ke dahi sang editor sekaligus sahabatnya itu.
“Apapun kondisinya, kalo dirasa itu bagus ya kenapa harus di skip? gue bahkan udah buat memo untuk novel baru ini, tapi seperti biasa, sebanyak apapun saran yang lo terima, tulisan itu tetap berpegang penuh di tangan lo, jadi sekali lagi, kali ini, tolong bekerjalah dengan baik, Sensei.”
‘BARU KALI INI GUE GAK MERASA BISA LULUH DIPANGGIL SENSEI SAMA DIA?!! INI SERIUS GUE HARUS NULIS CERITA BEGINIAN?! ROMANSA JAHAT BEGINI BUKAN TIPE GUE BANGET, TOLOOOONGGG!!’
Jay menggulung tubuhnya dengan karpet dan merenung setelah Jake meninggalkan satu beban baru dalam hidup Jay yang tidak pernah tenang. Mata panda Jay gak membuatnya tampak imut sedikitpun, bau ketek dan pantat yang gatal Jay abaikan demi merenungi kesalahan yang sama sekali gak bisa dia ingat itu, lagipula kenapa juga Jay harus menulis cerita romansa gelap seorang butler mantan assassin yang terjebak di kastil sepasang pangeran kembar yang sedang beranjak dewasa?!
Perbedaan usia main character nya memang bakal jadi topik yang mengundang minat pembaca, terutama pembaca yang fetisnya ekstrim-ekstrim, tapi MC yang seorang mantan assassin dan merupakan orang dewasa itu kayanya gak akan bisa dengan mudah dikalahkan sepasang kembar remaja labil, dan lagi, bagian erotisnya itu yang susah! Jay itu pemuja vanilla, seks dengan kelembutan dan keindahan, bukan yang kasar dan penuh rasa sakit! Jay bisa bener-bener gila kalo nerusin novel ini.
Toktoktok!
“Kakak!” suara Ethan dan Evan terdengar, lalu disusul pintu ruangan Jay yang terbuka, “HEEHH??!!” keduanya kompak terkejut waktu liat sang kakak sedang cosplay kebab dengan karpet tayo di lantai, ditambah wajah suram yang murung dengan gumaman-gumaman gak jelas yang membuat satu ruangan jadi tambah suram.
“Siapa? oh… kembar… mau kemana?”
Tanya Jay dengan tatapan kosong, ngeliat si Evan dan Ethan dengan seragam sekolah, sudah jelas mereka mau kemana.
“Kakak, baik-baik aja?” tanya Evan.
“Jangan pedulikan kakak, kalian pergi aja menuntut ilmu, biar jadi orang sukses dan jangan jadi novelis kaya kakak, biar kakak aja yang menjadi gila karena pekerjaan brengsek ini… hehe… hehehe…”
Ethan dan Evan bersitatap untuk sejenak, melempar tatapan miris untuk sang kakak dengan ceramah paginya yang dramatis itu.
“A- anu…” Ethan pun kembali bersuara, “kita pamit sekolah dulu ya, Kak,” katanya, biasanya ‘kan cium pipi kakak dulu, tapi ini mumpung kakaknya ada di dalam karpet jadi, susah.
“Kakak jangan memaksakan diri ya, kalau dirasa berat, rehat dulu sejenak,” kata Evan sebelum akhirnya menutup pintu ruangan Jay dan pergi ke sekolah bareng Ethan.
Ninggalin Jay yang ternyata ketiduran di dalam gulungan karpet sambil mengigau gak jelas.
Dan, demikian alasan Jay akhirnya dilanda stress berat dalam pengerjaan novel barunya kali ini.
Main character yang harusnya lemah ternyata mantan assassin, diperebutkan sepasang pangeran kembar brondong, rasanya susah banget buat bikin bagian erotisnya dimana, stress berat Jay, pengen jadi kebab aja selamanya.
— to be continued.
Hinandra’s property.