“hey kids….”
ares menahan senyum geli waktu barengan nyebut sapaan itu sama marco.
cowoknya yang langsung ngeraup muka dan ngerubah ekspresi jadi serius tapi gagal.
“serius, serius!” kata ares.
“okay!” seru marco.
kemudian mereka menatap kamera yang menyala, tersenyum sebelum kembali melanjutkan vidio challenge itu.
“hey kids… ini ayah—”
“gue yang ayah gak sih enaknya?”
ares noleh ke marco yang belum apa-apa udah protes soal panggilan.
“lu mah babeh!” kata ares.
marco mendengus, terus ambil alih fokus kamera, “hallo kids, ini ayah, yang ini mamah—”
“IH KOK MAMAH SIH?!” ngamuk dong si ares.
marco mendengus, “ya terus? dimana-mana yang melahirkan itu ya disebut ibu!”
“iyaaa, tapi gue mau disebut ayah juga ‘kan walaupun gue melahirkan juga tetep laki!”
“yaaa, tapi nanti bunting, ‘kan?”
“ribut ah, udahlah gajadi aja!”
marco narik pinggang ares yang ngambek hendak minggat.
“sssttt, jangan gajadi dong,… iya deh iya kalau bukan mamah, lo maunya dipanggil apa? jangan ayah tapi, gue udah booking duluan.” kata marco.
manyun si ares gerak-gerak keluarin pisuhan yang dibalas kekehan oleh marco.
“ck! intronya aja lama banget ini!” amuk ares.
“lo yang drama!” balas marco.
“LO—”
“maaf ya kids, sekarang kalian tau gimana ayah dan papaw waktu muda kaya gimana.”
ares noleh dan liatin marco yang mulai ngoceh di depan kamera.
tapi ares diem kali ini, marco nampak sudah menemukan kata-kata untuk disampaikan.
“ayah dan papaw beda setahun kids, ayah dua lima, papaw dua empat tapi rasanya tetap di umur lima tahun, bahkan ayah percaya ni kalo misal kalian dah pada hadir di hidup kami, si papaw kalian ini bakal jadi temen main kalian soalnya jiwa bocilnya gak akan pudar walau dia tambah usia.”
walau ares merengut, reaksinya berubah jadi cengiran lucu waktu balik liat kamera, ditambah usapan lembut tangan marco di bahunya.
maaf ya marahnya gak kukuh, this is comel, cowo meleyotan.
“kenapa papaw deh?”
marco noleh, “gapapa sih, biar gemes aja kaya lo,” katanya.
maka ares melihat ke kamera, “heumh, papaw gak akan kaget kalo nanti kalian bakal suka godain papaw ini itu, puji-puji papaw kalo mau sesuatu soalnya ayah kalian yang sontoloyo ini pasti sumbangsih banyak gen perayu dalam darah kalian,” ujarnya berkelakar.
menerima si panggilan dengan rona merah di wajah.
“sebenarnya kami nggak tau mau ngomong apa ke kalian tapi ngide aja karena banyak yang bikin kapsul waktu dalam bentuk vidio ini, di dua puluh enam desember dua ribu dua puluh tiga ayah dan papaw mau ketemu sama kalian dalam versi kami yang masih muda, setidaknya sampai kalian mengerti esensi vidio ini yang kami bikin dengan randomnya.”
marco cengar-cengir aja lagi dengerin ares ngomong.
“karena papaw suka bulan dan ayah suka langit, nanti nama kalian bakal kami buat seindah bulan dan rumahnya yaitu langit, seperti kalian kelak yang akan jadi rumah buat ayah sama papaw.”
marco mau mewek karena terharu, kali ini ares keliatan serius mampus sampai matanya berkaca-kaca.
“waktu ayah mutusin buat serius sama papaw, ayah gak banyak berpikir selain soal masa depan, yang kami gak tau dong akan jadi gimana, maka dari itu ayah berharap bagaimanapun keadaan ayah dan papaw kelak saat kalian menjadi anak-anak kami, kalian akan selalu bisa menerima kami, yang pasti ayah dan papaw bisa katakan cuma kami berdua jelas akan selalu mengusahakan yang terbaik sebelum dan saat kalian sudah ada di tengah-tengah ayah dan papaw, juga terus sampai kami menua bersama, berumah hangatnya pelukan kalian anak-anak ayah dan papaw.”
ares nunduk dan gebuk paha marco karena dibuat jatuh pada setiap kata yang diucapkan oleh calon ayah dari anak-anaknya itu.
“papaw kalian itu cengeng walaupun hobinya tantrum, jadi tolong, kalian jadilah anak yang baik dan berbakti, sayang sama ayah dan papaw, nurut apa kata kami berdua, yang kami juga pasti usahakan untuk mendidik dan membesarkan kalian kelak dengan cinta dan ketulusan—aduuh, banjir mata gue!” kata marco yang diakhiri dengan misuh sambil ketawa.
ares terkekeh disela termehek-meheknya.
“dan sebenarnya ayah kalian ini juga mewekan, tau! kalo dia marah terus galak ke kalian, sebenarnya habis itu dia bakal nangis dan merasa bersalah sendirian, jadi jangan dibuat marah ya ini ayah kalian jelek banget kalo galak,” ujar ares membalas.
vidio terus berjalan, marco terkekeh seraya ngapus air mata tipisnya dan balik liat kamera, “ayah sama papaw gak sabar buat ketemu sama kalian terus kasih lihat vidio ini,” katanya.
“papaw janji bakal jaga diri dan kesehatan supaya kalian juga bisa datang dengan sehat dan tumbuh jadi anak-anak yang kuat kaya hulk!” kata ares, mulai lagi bercandanya.
“teruuuuus, bisa bantuin ayah jagain papaw deh!” kata marco.
“jagain rumah kita supaya kuat dan kokoh!” tambah ares.
“kalau kalian sudah lihat vidio ini, inget terus selamanya bahwa ada ayah dan papaw muda yang gak sempurna dan banyak bercandanya ini bisa menghadirkan kalian ke dunia dan berhasil membesarkan kalian dengan kasih sayang kita berdua,” kata marco sebagai closing.
ares mengangguk plus pamer senyum, “ketika kalian akhirnya sudah mengerti dengan isi vidio ini, pasti ayah dan papaw juga sudah melakukan banyak hal untuk kalian, papaw minta maaf untuk hal-hal yang membuat kalian jengkel atau sedih, nak, karena kami bukan dua orang yang sempurna tapi percayalah kami pasti mengusahakan yang terbaik untuk menjadi orang tua yang bijaksana dalam mengasihi kalian,” katanya diakhiri dengan simpul senyum lagi.
bagi marco, menemukan ares adalah sebuah keajaiban di tengah segala drama hidup yang gak dia inginkan tapi mau gak mau harus dihadapi dan bersama ares, marco siap menghayati lebih banyak lagi drama dalam hidup yang akan mereka lanjutkan selamanya berdua, kemudian hingga memperlihatkan vidio ini kepada anak-anak mereka yang sekarang masih menjadi bintang-bintang, menemani bulan di langit yang selalu marco dan ares sukai.
— sekian!
demonycal property.